Sabtu, 03 September 2011

Progress Kinerja Pengembangan Desa Sehat Berbasis Masyarakat

1.      Capaian yang telah dihasilkan :

Pada bulan Agustus tahun 2010 lalu, Increase mulai live in di desa-desa dampingan di dua Kecamatan di Kabupaten Kupang. Kesepuluh desa dampingan tersebut antara lain Desa Apren, Desa Oenoni II, Desa Tesbatan I, Desa Tesbatan II, Desa Oesena, Desa Usapi Sonbai, Desa Oelomin, Desa Tunfeu, Desa Besmarak, dan Desa Oenif.

Setelah setahun kami berjalan bersama masyarakat di sepuluh desa tersebut, kami melihat masyarakat telah tergerak untuk membangun diri dan desa mereka sendiri. Gerakkan kesadaran awal muncul setelah kami melakukan proses diskusi bersama baik di tingkat dusun maupun di tingkat desa. Proses ini dibangun dalam kerangka Participatory Learning and Action (Belajar dan Melakukan Aksi Bersama).


Feni Neno, Fasilitator lapangan Increase sedang memandu diskusi kampung bersama warga Usapi Sonbai

Beberapa capaian selama proses belajar bersama ini :

No.
Capaian Program
Bukti-Bukti Capaian
1.
Tim Fasilitator Desa memiliki pemahaman dan pengetahuan tentang Desa Siaga
  • Tim Fasilitator Desa sudah melakukan sosialisasi desa siaga ke dusun-dusun;
  • Tim Fasilitator Desa sudah menggerakkan masyarakat untuk membentuk sistem jejaring siaga.
2
Tim fasilitator Desa memfasilitasi masyarakat pada saat diskusi-diskusi untuk menggali dan mengenali lebih dalam tentang situasi dan kondisi desa mereka sendiri melalui kegiatan survey mawas diri di setiap dusun.
  • Terpetakannya masalah dan potensi yang berkaitan dengan situasi kesehatan masyarakat di dusun dan desa.
  • Masyarakat bisa mengenali potensi yang belum maksimal dalam mendorong perbaikan kesehatan masyarakat; seperti kebiasaan gotong royong yang hanya untuk kerja kebun dan saat orang mati dan nikah tetapi belum menjadi gerakkan untuk membantu biaya rujukan warga yang sakit ke pusat layanan kesehatan.
  • Masyarakat memiliki hubungan kekeluargaan yang sangat kuat dan bahkan ada hubungan pertalian darah tetapi sulit sekali mendapatkan calon pendonor saat dibutuhkan transfusi darah.
3
Adanya keterlibatan aktif masyarakat dalam mendorong terbangunnya sistem jejaring siaga sebagai bentuk mobilisasi kekuatan warga/desa.

  • Masyarakat sudah membentuk sistem jejaring siaga di masing dusun (ada 6 sistem jejaring yang dibentuk di dusun, yakni jejaring Notifikasi, Donor Darah, Dana, Transportasi, KB-Kespro, Asi Ekslusif dan Gizi).
  • Masyarakat melakukan  penggalangan dana solidaritas sebesar Rp 1000/KK untuk membantu biaya transportasi rujukan bagi pasien (ibu hamil / orang sakit lainnya) ke pusat-pusat fasilitas kesehatan.

4
Adanya keterlibatan aktif Pemerintah Desa dalam mendorong terbentuknya sistem Kesehatan Berbasis masyarakat.
  • Aparat pemerintah Desa menjadi pengurus Sistem Jejaring Siaga.
  • Kepala Desa telah menerbitkan keputusan Kepala Desa untuk mengatur sistem Kesehatan masyarakat di desa : kewajiban untuk datang ke Posyandu., kewajiban untuk memeriksakan kehamilan sesuai anjuran kesehatan di Posyandu atau di Pustu/Polindes (minimal 4 kali selama masa kehamilan).
  • Pemerintah Desa terlibat langsung dalam kegiatan Posyandu.
4
Adanya dukungan dari pemerintah Kecamatan dan Kabupaten serta pihak Puskesmas dan Dinas Kesehatan untuk mendukung sistem kesehatan berbasis masyarakat di desa-desa dampingan Increase.
  • Pemerintah Kabupaten Kupang melalui Dinas Kesehatan memberikan papan informasi kesehatan ibu hamil ke 10 (sepuluh) desa dampingan Increase.
  • Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang telah menempatkan   para bidan di desa dampingan: Tesbatan I dan Desa Apren yang sebelum Juni tahun 2011, tidak dilayani oleh bidan yang tinggal tetap di desa. 
5
Increase aktif melakukan dialog dinamis dengan Pemerintah baik di tingkat eksekutif maupun legislatif dalam mendorong perbaikan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat.
  •  Increase memfasilitasi pembiayaan kesehatan untuk pasien gizi buruk dari Desa Oenif pada tahun 2010.
  • Increase mempertemukan warga dengan anggota DPR RI di desa oenif, Desa Usapi Sonbai, Desa Apren dan Desa Tesbatan I untuk berdialog langsung tentang mobilisasi pembangunan di desa.
6
Pengurus Desa Sehat menjadi pusat belajar masyarakat
  • Terlibat dalam pawai pembangunan 19 Agustus 2011 tingkat Provinsi NTT di Kota Kupang dengan mendramatisasikan kerja sistem jejaring siaga dalam mendukung Revolisi KIA sebagai gerakan untuk menekan angka kematian ibu dan bayi di NTT.
7
  • Increase menjadi fasilitator handal dalam pengembangan Desa Siaga
  • Increase menjadi tempat belajar Desa Sehat Berbasis Masyarakat

  • Staf Increase menjadi narasumber untuk sosialisasi Program Desa Siaga di kabupaten Kupang kerjasama AIPMNH dengan pemerintah Kabupaten Kupang.
  • Staf Increase menjadi fasilitator pelatihan Survey Mawas Diri untuk pengembangan Desa Siaga di Kabupaten TTS, kabupaten Manggarai barat, Kabupaten Ende dan Kabupaten Kupang.
  • Tim Access Phase II dari Sumba, Timor, Mataram dan Bali datang belajar tentang Survey Mawas Diri dengan pendekatan Participatory Learning and Action (PLA).

Latar Belakang munculnya Program : 

Program Desa Sehat Berbasis Masyarakat ini muncul sebagai bagian dari refleksi kerja-kerja Increase selama memfasilitasi proses-proses pengembangan Desa Siaga di wilayah Timor Barat dan satu tahun pendampingan pengembangan Desa Siaga di Kabupaten Kupang pada lima Kecamatan.

Salah satu kekuatan pengembangan Desa Sehat Berbasis Masyarakat adalah Proses Survey Mawas Diri. Proses ini bertujuan untuk menemukan situasi dan kondisi kesehatan masyarakat. Metode yang dipakai adalah Participatory Learning and Action (PLA). Metode ini sangat kuat dan efektif dalam mendorong terjadinya perubahan perilaku warga. 

Proses Pelaksanaan Program : 
  1. Bangun pertemanan (Partnership Buliding)
  2. Sosialisasi program
  3. Survey Mawas Diri
  4. Lokakarya Desa
  5. Pengorganisasian Sistem Jejaring Siaga
  6. Pelaksanaan Sistem Jejaring Siaga
  7. Pembentukan Rumah Harapan sebagai complaint center berbasis komunitas desa.
 Letak Inovasi :
  • Partnertship building
  • Survey mawas diri dengan pendekatan PLA
  • Rumah Harapan sebagai complaint center berbasis warga.

Pihak-Pihak yang Terlibat :
  
No
Pihak yang Terlibat
Peran
1
Increase
  • Melakukan pendampingan di 10 desa
  • Melakukan sosialisasi program di desa
  • Melakukan penguatan kapasitas untuk Mitra Langsung di desa (Tim 10, Fasilitator Desa)
  • Mendampingi Mitra langsung dalam memfasilitasi proses diskusi di dusun-dusun.
2
Mitra Langsung
  • Memfasilitasi masyarakat dusun untuk menemukan kekuatan mereka dalam mendorong peningkatan derajat kesehatan masyarakat dusun.
  • Mengorganisir masyarakat ke dalam bentuk kelompok kerja sistem jejaring siaga sebagai bentuk apresiatif terhadap kekuatan warga dalam mendorong pemenuhan kesehatan masyarakat.
3
Pemerintah Desa
  • Membuat ketetapan desa yang berkaitan pengelolaan Desa Siaga dan sistem jejaring siaga.
  • Menggerakkan warga untuk memobilisir kekuatan warga dalam mendorong pemenuhan pelayanan kesehatan melalui kegiatan jejaring siaga.
4
Pemerintah Kecamatan
   Mendorong pemerintah Desa untuk menerbitkan peraturan desa tentang kesehatan, pendidikan dan pengelolaan ekonomi desa.
5
Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang
  • Memberikan dukungan media berupa papan informasi kesehatan ibu hamil
  • Menempatkan tenaga medis
6
Access Timor Phase II
  • Memberika dukungan dana, modul,
  • Menyediakan mitra strategis untuk memperkuat kapasitas Increase
7
Mitra Strategis :
  • Access
  • YAO
  • Inspirit
  • PIAR
  • Yappika
  • REMDEC
  • Mitra Samya
Mempengaruhi Increase sebagai Pelaksana Program dengan cara: 
  • Mentransferkan pengetahuan, ketrampilan, pengalaman baik berkaitan dalam upaya pewujudan Desa Sehat maupun dalam hal bagaimana membentuk dan membangun mekanisme  komplain di masyarakat, pendokumentasian yang baik dan efisien;
  • Memberi dukungan dana untuk pelaksanaan program
  • Membagikan jaringan untuk memperkuat kapasitas Increase dan membangun kemitraan;
  • Memberi dukungan dalam bentuk peraturan-peraturan, kebijakan, dan program.   
 
Foto Pawai Pembangunan Dari Desa Oelomin : Drama Kesehatan Ibu Anak yang didukung oleh Sistem Jejaring Siaga




Para Kader Posyandu, yang adalah juga sebagai Mitra langsung Increase dalam parade pembangunan Tingkat Provinsi NTT di Kota Kupang (19 Agustus 2011) mengkampanyekan Ambulance Desa sebagai konkritisasi Sistem Jejaring Transportasi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar